Langsung ke konten utama

Merancang RKPDes dalam rangka menurunkan angka stunting, penting bekerjasama dengan lembaga riset dan masyarakat desa

Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) adalah dokumen perencanaan tahunan yang berisi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa dalam satu tahun anggaran. Berikut adalah prosedur merancang RKPDes:

1. Penyusunan Rencana: Proses ini dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas desa. Ini bisa melibatkan diskusi dengan masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak lain yang terlibat dalam pembangunan desa.

2. Musyawarah Desa: Setelah rencana awal disusun, rencana tersebut harus dibahas dan disetujui dalam musyawarah desa. Musyawarah ini harus melibatkan masyarakat desa dan pemangku kepentingan lainnya.

3. Penyusunan RKPDes: Setelah musyawarah desa, rencana tersebut dijadikan RKPDes. RKPDes harus mencakup program dan kegiatan yang akan dilaksanakan, sasaran dan target yang ingin dicapai, dan anggaran yang dibutuhkan.

4. Pengesahan RKPDes: Setelah RKPDes disusun, RKPDes harus disahkan oleh kepala desa dan disetujui oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

5. Penyusunan APBDes: Setelah RKPDes disahkan, RKPDes digunakan sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

6. Pelaksanaan dan Monitoring: Setelah APBDes disetujui, program dan kegiatan dalam RKPDes dapat dilaksanakan. Selama pelaksanaan, pemerintah desa harus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa program dan kegiatan berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang diharapkan.

Merancang RKPDes adalah proses yang penting dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat desa.

Bekerja sama dengan akademisi atau lembaga riset juga bisa sangat bermanfaat. Mereka dapat membantu dalam melakukan penelitian atau studi, menganalisis data, dan memberikan rekomendasi berdasarkan pengetahuan dan keahlian mereka. Selain itu, mereka juga dapat membantu dalam melakukan monitoring dan evaluasi program dan kegiatan, untuk memastikan bahwa program dan kegiatan tersebut berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Namun, penting juga untuk melibatkan masyarakat desa dalam proses ini. Masyarakat desa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berharga tentang kondisi dan kebutuhan mereka, dan partisipasi mereka sangat penting untuk memastikan bahwa RKPDes mencerminkan kebutuhan dan aspirasi mereka.

Jadi, dalam merancang RKPDes, kombinasi antara penelitian atau studi, kerja sama dengan akademisi atau lembaga riset, dan partisipasi masyarakat desa dapat membantu dalam merumuskan RKPDes yang baik dan efektif.
Dalam rangka menurunkan angka stunting dan merancang RKPDes, pemerintah desa perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain:

1. Masyarakat Desa: Masyarakat desa adalah pihak yang paling mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Melibatkan mereka dalam proses perencanaan sangat penting untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Tenaga Kesehatan Desa: Tenaga kesehatan desa, seperti bidan desa dan kader kesehatan, memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berharga tentang kondisi kesehatan masyarakat desa, termasuk masalah stunting.

3. Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam merancang dan melaksanakan program penurunan stunting.

4. Akademisi dan Lembaga Riset: Akademisi dan lembaga riset dapat membantu dalam melakukan penelitian atau studi, menganalisis data, dan memberikan rekomendasi berdasarkan pengetahuan dan keahlian mereka.

5. Organisasi Non-Pemerintah: Organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan dan pembangunan masyarakat dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam merancang dan melaksanakan program penurunan stunting.

6. Donor dan Mitra Pembangunan: Donor dan mitra pembangunan, seperti lembaga bantuan internasional dan lembaga swadaya masyarakat, dapat memberikan dukungan finansial dan teknis dalam merancang dan melaksanakan program penurunan stunting.

Dengan bekerja sama dengan pihak-pihak ini, pemerintah desa dapat merancang RKPDes yang efektif dan komprehensif untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimanakah Menyusun RKA sesuai dengan Program ILP dengan struktur organisasi Puskesmas berbentuk klaster-klaster siklus hidup

**Rencana Kerja Anggaran (RKA)** yang sesuai dengan program **Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP)** di Puskesmas dengan struktur organisasi berbentuk klaster-klaster siklus hidup dapat disusun dengan memperhatikan beberapa aspek berikut: 1. **Klaster Manajemen**: Pada klaster ini, fokusnya adalah mengoordinasikan pelayanan kesehatan primer berdasarkan siklus hidup, bukan lagi berbasis program. Kepala Puskesmas akan menetapkan pembagian seluruh petugas Puskesmas ke dalam klaster dan menetapkan struktur organisasi Puskesmas berdasarkan pembagian klaster ini¹². 2. **Klaster Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak**: Klaster ini mencakup pelayanan kesehatan untuk ibu, anak, dan remaja. Pusat kesehatan akan memberikan paket pelayanan komprehensif di masing-masing klaster ini²⁴. 3. **Klaster Pelayanan Kesehatan Usia Dewasa dan Lansia**: Pada klaster ini, pelayanan kesehatan difokuskan pada usia dewasa dan lansia. Berbagai layanan yang sesuai dengan fase kehidupan akan diberikan²⁴. 4. **Klast

Tips Menentukan Topik Penelitian

*🌻TIPS MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN 🌻* *Pilih topik yang sesuai dengan minat*  Pilih topik penelitian yang sesuai dengan minat Bapak/Ibu dan keahlian yang di miliki. Meneliti topik yang Bapak/Ibu minati akan membuat Anda lebih termotivasi dan terlibat dalam proses penelitian. *Tinjau Literatur*  Lakukan tinjauan literatur yang komprehensif untuk mengetahui topik penelitian yang telah banyak diteliti dan topik penelitian yang masih belum tergarap sepenuhnya. Identifikasi kesenjangan penelitian yang ada dan temukan topik yang relevan untuk mengisi kesenjangan tersebut. *Perhatikan Aktualitas dan Relevansi*  Pilih topik penelitian yang aktual (baru) dan relevan/berkaitan dengan permasalahan atau isu yang sedang berkembang dalam bidang ilmu Bapak/Ibu. Hal ini akan meningkatkan peluang diterimanya penelitian Bapak/Ibu di jurnal Scopus. *Pertimbangkan Sumber Daya Tersedia*  Pertimbangkan ketersediaan sumber daya, termasuk waktu, dana, dan fasilitas yang diperlukan untuk penelitian. Pastikan

Desa Adalah Masa Depan Indonesia Yang Gemilang

Keberhasilan pemerintahan desa dapat menjadi bagian penting dari masa depan   Indonesia   yang gemilang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa keberhasilan pemerintahan desa dapat berkontribusi pada masa depan   Indonesia   yang gemilang: Pemberdayaan Masyarakat : Pemerintahan desa yang efektif dapat membantu dalam pemberdayaan masyarakat setempat. Melalui partisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-program pembangunan, masyarakat dapat merasakan dampak positifnya dan terlibat dalam pembangunan negara. Pengelolaan Sumber Daya : Desa-desa di  Indonesia  seringkali memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Pemerintahan desa yang baik dapat membantu dalam pengelolaan sumber daya ini secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara. Peningkatan Kesejahteraan : Dengan adanya pemerintahan desa yang efektif, program-program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Hal ini dapat