Langsung ke konten utama

Pentingnya Menjadikan Kepala Desa Sebagai Koordinator Lapangan Dalam Program Stunting


Stunting merupakan masalah gizi kronis yang diabaikan di banyak negara berkembang. Program penurunan stunting memiliki peran penting dalam menangani masalah ini dan melindungi kesehatan anak-anak di masa depan. Namun, program penurunan stunting tidak akan berhasil secara efektif tanpa adanya koordinator lapangan yang efektif dalam menjalankan program tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk menyoroti peran kepala desa sebagai koordinator lapangan dalam program penurunan stunting. Kepala desa memiliki posisi yang strategis dalam komunitas, karena dia mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat dan memiliki akses ke sumber daya lokal. Dalam hal program penurunan stunting, kepala desa mampu menciptakan iklim kerja sama dan mengatur program dengan baik.

Peran kepala desa dalam program penurunan stunting antara lain adalah: membangun kesadaran dan mempromosikan pentingnya nutrisi yang seimbang, memobilisasi dan melatih relawan kesehatan lapangan, mengkoordinasikan kegiatan antar lembaga terkait, serta memantau dan mengevaluasi keberhasilan program penurunan stunting.

Dalam rangka memastikan keberhasilan program penurunan stunting, peran kepala desa sangatlah penting. Dengan membawa bersama komunitas, lembaga dan sumber daya yang ada, kepala desa dapat menciptakan kolaborasi lintas sektor yang lebih efektif. Ini akan membantu program penurunan stunting menjadi lebih terpadu, berkelanjutan dan terukur dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelinggih Catu Meres dan Catu Mujung

Pelinggih Catu Mujung adalah salah satu jenis pelinggih yang ditemukan di pura-pura di Bali. Pelinggih ini memiliki bentuk atap yang khas, yaitu atap yang terbuat dari serat ijuk yang dibuat lancip mengerucut ke atas seperti berkuncir¹³. Pelinggih ini biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan kepada Dewa manifestasi Tuhan. Dalam konteks pemujaan di Bali, Pelinggih Catu Mujung sering ditempatkan bersama dengan Pelinggih Limas Catu. Kedua pelinggih ini biasanya dibangun di sebelah kanan Pelinggih Gedong Pertiwi dan menghadap ke barat¹. Pelinggih Gedong Pertiwi sendiri adalah tempat untuk memuja leluhur yang telah mencapai alam Dewa atau Sidha Dewata¹. Pelinggih Catu Mujung dan Limas Catu memiliki peran penting dalam sistem pemujaan bertahap yang disebut Apara Bhakti, di mana pemujaan dilakukan secara bertahap mulai dari leluhur hingga Dewa¹. Sistem ini sesuai dengan ajaran dalam Manawa Dharmasastra yang menekankan pentingnya pemujaan leluhur sebelum pemujaan kepada Dewa¹. Apakah ada hal...

Beberapa Pengetahuan Yang Penting Dimiliki Pimpinan Puskesmas Dalam Mengelola Anggaran BLUD

Ada beberapa pengetahuan penting yang perlu dimiliki pimpinan puskesmas agar dapat mengelola anggaran BLUD puskesmas, yaitu: Pengetahuan dan pemahaman tentang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (PPK-BLUD) yang didukung dengan keberanian berinovasi 1 . Pengetahuan dan pemahaman tentang standar pelayanan minimal (SPM) dan standar tarif layanan yang menjadi dasar dalam penetapan indikator dan target pencapaian 2 3 . Pengetahuan dan pemahaman tentang proses perencanaan dan penganggaran, pengelolaan pendapatan, pengelolaan belanja, pengadaan barang dan jasa, kerjasama, serta pengelolaan SiLPA/defisit 1 4 . Pengetahuan dan pemahaman tentang sistem informasi keuangan, akuntansi, dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan 4 . Pengetahuan dan pemahaman tentang monitoring dan evaluasi kinerja keuangan dan pelayanan yang berbasis pada indikator dan target yang telah ditetapkan 2 4 .1

Wisata Aneh ke Catacomb, Roma

  Catacomb di Roma adalah jaringan kompleks dari terowongan bawah tanah dan kuburan, yang berlokasi di sekitar kota Roma, Italia. Catacomb ini telah menjadi salah satu situs arkeologi dan sejarah yang paling menarik di wilayah tersebut. Diketahui sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi ribuan mayat Kristen dari abad ke-2 hingga ke-5 Masehi, Catacomb memberikan wawasan yang berharga tentang sejarah Kristen awal dan praktik pemakaman pada masa itu. Berikut beberapa fakta dan cerita menarik tentang Catacomb di Roma: Sejarah Awal: Catacomb di Roma pertama kali digunakan pada abad ke-2 Masehi sebagai tempat pemakaman bagi komunitas Kristen yang menghadapi pembatasan pemakaman di luar tembok kota. Pada saat itu, kremasi adalah praktik pemakaman umum di Roma, tetapi keyakinan Kristen menghargai pentingnya memakamkan jenazah secara utuh sebagai simbol kebangkitan. Oleh karena itu, mereka mencari tempat di bawah tanah untuk menyembunyikan dan mengubur jenazah mereka secara diam-diam. St...